Bahasa Mandarin dan Kecerdasan Majemuk
| Pojok Mandarin |
Motto yang menginspirasi belajar bahasa mandarin "Tidak bisa Mandarin, Anda tidak akan jadi gagal/miskin dalam hidup. Tapi, bisa Mandarin, Anda akan makin sukes/kaya dalam hidup".
Belajar bahasa mandarin membawa efek positip dalam meningkatkan potensi kecerdasan manusia. Potensi kecerdasan manusia dapat berkembang secara baik dan optimal apabila mendapat stimulus yang memadahi. Salah satu stimulus adalah belajar bahasa mandarin.
***
Tulisan Unik
Bahasa mandarin adalah bahasa yang unik. Memperhatikan tulisannya saja mengundang rasa penasaran. Guratan-guratan indah memiliki makna, membentuk hiasan seperti halnya kaligrafi. Setiap guratan memiliki cirri khas dengan kerumitannya masing-masing.
Tulisan mandarin pada awalnya adalah lukisan yang menggambarkan makna aslinya. Contohnya kata gunung, wanita dan laki-laki. Untuk menggambarkan makna gunung, maka digambar gunung. Seperti nampak di dalam kurung ini (
) adalah gambar gunung yang berjajar. Di baca shan artinya gunung.
Tulisan bermakna wanita (nü)dibaca seperti nyii adalah guratan yang menggambarkan seorang wanita yang membungkuk hormat (gambar 1). Dulu wanita pada umumnya bersikap hormat dan sopan, maka tulisan wanita itu merupakan guratan yang menggambarkan wanita yang membungkuk hormat.
Dalam perkembangan berikutnya wanita dituntut lebih hormat lagi, maka guratan berubah seperti seorang wanita yang sedang berlutut hormat (gambar 2). Namun, sekarang sosok wanita digambarkan sebagai (
:nü) seseorang yang langkahnya tertinggal untuk mengejar laki-laki (gambar 3).

Sedangkan laki-laki digambarkan sebagai sosok yang kuat ketika bekerja di sawah. Tulisannya (
) bacanya nan. Kotak-kotak di atas menggambarkan sawah dan dibawahnya sosok yang kuat bekerja. Karena laki-laki dahulu dilihat dari kuatnya bekerja di sawah. Sedangkan wanita divisualkan bekerja di rumah sambil mengendong anak (gambar 3).
Obyek nyata seperti fenomena alam, manusia dan yang berhubungan dengannya, hewan dan tanaman, alat-alat, perkakas dan sebagainya mudah digambar dan secara mengagumkan bisa menyesuaikan diri untuk melambangkan bahasa.
Bahasa mandarin tidak mengenal huruf atau alphabet. Tulisan bermakna (bahasa) digambarkan dengan karakter gambar. Jadi tulisan mandarin bersifat piktografik, yakni gambar obyek yang divisualkan. Gagasan atau ide yang dibahasakan melalui gambar inilah yang disebut ideograf. Contoh
(dibaca: nage nan qu dao shan) bermakna (Laki-laki itu pergi ke gunung/Itu laki-laki pergi ke gunung)
Komentar:
| < Sebelumnya |
|---|
Lainnya ...
- SISTEM PEMBELAJARAN ICT DI SMA NURUL JADID
- PROGRAM KELAS UNGGULAN IPA
- MERETAS JALAN KE NEGERI TIRAI BAMBU
- TALK SHOW & SHARING
- BAWA PULANG 2 TROPHY DI OSN
- SMANJ@ TUNJUKKAN TARINGNYA DI OSSPEN’12
- TINGKATKAN KEDISIPLINAN MELALUI APEL DOA
- PRAKTEK PHL (PENGOLAHAN HASIL LAUT) KELAS X.11
- LEPAS PISAH KELAS AKHIR SMANJ@ WILAYAH AZZAINIYAH ‘11
- CLASS MEETING 2012
